Minggu, 02 Mei 2010

wahai putra nusantara...!!!selamat hari pendidikan nasional.teruslah berkarya.terslah berkontribusi.teruslah berprestasi.

selamat hari pendidikan nasional teruntuk putra nusantara....!
tetaplah berkarya dan berkontribusi..
karena pendidikan itu sepanjang hayat.
wahai putra nusantara..
kehidupan ini selalu dan terus berputar.
telah menelan waktu sekian lama.
para pemegang kekuasaan pun pstilah smakin usang.
para pemangku kebijakan pun akan smakin rapuh
para cendekia pun akan smakin tua.
dan akan habis.akan berakhir..
akan berakhir jika tak ada makhluk yang meneruskannya.
akan selesailah hidup ini jika tak ada pengganti untuk mereka
akan musnahlah peradaban ini ketika mereka semua telah tak mampu mengemban tugas.
karena kehidupan ini adl peradaban
dan hidup adalah beradab.
serta hidup adalah berbuat,bukanlah perbuatan.
hidup pun adalah berkontribusi,bukanlah kontribusi..

wahai putra nusantara...
engkau adalah makhluk yang masih hidup.
engkau bukanlah benda mati.

wahai putra nusantara...
engkau masih muda.
engkau masih perkasa.
engkaulah cendekia.
engkaulah super power di dalam bangsa ini.
engkaulah kebanggan negeri di atas awan ini..
engkaulah bintang impian para sesepuh.

wahai putra nusantara...
teruslah berkarya.
teruslah belajar hingga akhir hayat ini
teruslah be rkontribusi..untuk bangsa ini.

teruslah beradabbbb..bukan biadab
karena hidup adalah belajar.
dan belajar adalah struktur penyusun pendidikan,
sedangkan pendidikan memiliki karakter mulia..
maka..
wahai putra nusantara...
berkarakterlah...!!!

engkau adalh manusia berkarakter.
engkau bukanlah orang amerika
bukan pula orang nigeria..

engkaulah INDONESIA....

wahai putra nusantara...!
sampaikan salam hangat serta istimewa, teruntuk manusia tercinta..
manusi indonesia berpendidikan dan berkarakter...

salam...!!!!
salam prestasi...

oleh:
zeegite@yahoo.com
9.16 sunday,may 2 nd 2010.
inspired by:
LPTTN (LEMBAGA PERGURUAN TAMAN TARUNA NUSANTARA), Upacara hari pendidikan nasional di UNY, PPA student

Kamis, 08 April 2010

matikan mesin hingga detik ke 20

Berawal dari sebuah kenyataan yang saya alami selama ini. Saya sebagai pengamat, ya setidaknya pemerhati orang yang suka berbicara mengenai lalu lintas da lingkungan, sangat merasa bangga dengan terobosan yang dilakuakn oleh pemerintah (dalam hal ini Dinas Perhubungan). Di kota Jogjakarta, tepatnya di perempatan Pingit, di sana terdapat rambu lalu lntas bertuliskan matikan mesin kendaraan hingga detik ke – 20. Sudah lama sebenarnya rambu tersebut terpasang di titik tersebut.
Saya masing ingat, sekitar bulan Oktober 2008, pernah diskusi ttg diterapkannya aturan mematikan mesin kendaraan hingga detik ke – 20 tersebut. Seperti biasa, yang namanya diskusi selalu ada pro dan kontra. Ada pendapat di pihak pro yaitu: dengan diterapkannya “matiakn mesin hingga detik ke 20 adalh upaya konkret untuk menyelamatkan alam. Mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Karena langkah tersebut merupakan langkah kecil yang jika diakumulasi akan sedikit berdampak baik pada lingkungan. Sedangkan pendapat di pihak kontra adalah : dengan langkah itu, maka akan terjadi pemborosan bahan bakar. Mengapa demikian? Karena pada penerapan tersebut, maka secara otomatis pengendara kendaraan bermotor akan mematiakn mesin dan menghidupkannya lagi pada detik ke 20. Dengan mematikan dan menghidupkan mesin ini, berarti dibutuhkan pula enrgi yang besar. Hal ini berarti pula kebutuhan akan bahan bakar juga meningkat. Dengan alasan seperti inilah, mereka berpendapat bahwa dengan adanya aturan “matikan mesin hingga detik ke 20, justru malah berdampak buruk pada lingkungan.”
Saya selaku orang awam di bidang teknologi otomotif, dan hanya sebagai orang yang suka mengamati dan memperhatikan lingkungan serta lalu lintas juga belum bisa mengambil kesimpulan dari dua pendapat tersebut. Manakah yang benar??
Namun beberapa minggu yang lalu, saya merasakan / mengalami peristiwa yang mungkin bisa membantu saya untuk menentukan sikap pro/kontra dengan aturan “matikan mesin hingga detik ke 20”.
Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa di perempatan Pingit terdapat rambu”matikan mesin hingga detik ke 20.” Perempatan tersebut merupakan titik pada jalur utama perjalanan saya dari rumah (baca: desa) ke kampus UNY (baca: kota), yang saya lalui dua kali dalam sepekan. Seperti biasa, ketika saya berhenti di titik tersebut, dan mendapati angka merah masih pada bilangan yang tinggi, maka saya akan mematikn mesin hingga detik ke 20. Tidak ada hal luar biasa yang bisa saya rasakan di titik tersebut. Karena beragam pola pikir manusia yang ada di situ, maka banyak yang tidak mematikan mesin sesuuai rambu yang tertulis. Namun, banyak pula yang mematuhi rambu tersebut. Jadi, tidak ada efek yang signifikan yang bisa saya rasakan dengan adanyarambu tersebut, terkait dengan lingkunga.
Tapi pada suatu hari, hampir semua pengendara yang berhenti di titik tersebut mematikan mesin. LUAR BIASA..!!!! nyessss…!
Benar benar bukti yang nyata, secara tiba tiba, udara menjadi lebih sejuk, tidak sepanas biasanya (hari hari sebelumnya, yang tidak semua pengendarra mematikan mesin hingga detik ke 20),walaupun terik matahari sangat menyengat pada saat itu. Benar benar lega dan bisa tersenyum gembira saat itu…..^_^.
Waktu terus berlalu. Detik ke-20 semakin dekat. Dan, sampailah detik ke 20 tersebut.. hmmmm, sdikit terasa perubahan. Udara sekeliling berubah dan berabgsur angsur memanas. Mengapa demikian? Yah,,karena mesin mesin motor, mobil, bis kota, Transjogja mulai dihidupkan.mesin mulai panas. Dan udara pun mulai panas.
3.2.1.0….ngeng……!!!!!!!pergerakan terjadi.
Kendaraan pun bergerak menuju tujuan masing – masing.
Akhirnya, saya benar benar lega. Karena memang benar – benar ngefek jika “matikan mesin hingga detik ke- 20 “ ini dipatuhi semua pengandara kendaraan bermotor.
Memang tidak semua perempatan / persimpangan diberlakukan aturan seperti ini. Penerapan aturan ini harus memperhatikan:
1. Lokasi penerapan.
2. Frekuensi kendaraan yang lewat.
3. Durasi berhenti di masing masing persimpangan.
Mari kita ciptakan lingkungan yang nyaman…!mari berlalu lintas dengan sopan.^_^
Start now!!!
Ada pengalaman yang lain??

Selasa, 06 April 2010

kamarku

jika banyak orang bilang, " kamarku bagaikan kapal pecah.."_ maka saya berkata,"KAMARKU BAGAIKAN BALON UDARA."...

Jumat, 20 November 2009

baru kusadari (1)

baru kusadari, ternyata otak ini ntah secara sengaja atau tidak_telah terlatih untuk memikirkan hal hal yang berbau lingkungan dan masa depan.
otakku ini telah dibumbui oleh alam dan lingkungan dengan hal hal yang merangsang untuk berpikir tentang hidup di masa depan_telah dirangsang untuk berpikir kritis (walaupun saya nggag tai secara definitif apa itu kritis(), pemikiran pemikiran itu muncul ketika bermain main dengan teman, pas lagi mbantu ayahanda dan ibunda, waktu mandi, ketika makan, sat pelajaran di sekolah, ketika tidur, dan bahkan banyak pertanyaan peertanyaan yang kerap mucul saat saya (Sigit kecil tertidur=mimpi). dan tak jaerang pula sewaktu Sigit kecil, dengan munculnya pemikiran dan pertanyaan pertanyaan itu sering diikuti oleh asumsu/ tanggapan/ anggapan/simpulan dan halk hal yang senada dengan itu.
banyak pertanyaan di saat saya masih kecil, dan itupun alhamdulillah masih menjadi tradisi / kebiasaan hingga saat ini.

sebagai contoh: dulu saat aku ntah kelas berapa itu (ya sekitar kelas 2 SD). berhubung di daerah rumahku merupakan kompleks pegunungan kapur(batuputih dan tanah putih). saat itu tentunya saya belum tau apa itu batu kapur. taunya yan hanya ini batu putih.
nah kerena di belakang rumah itu sering ditambang secara sederhana untuk mengambil batunya, dab kemudian batu batu tersebut beserta tanahnya dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari hari serta dengan tujuan untuk memperluas lokasi / halaman.
saat itu secar tiba tiba saya menemukan keong keong yang sudah membatu yang menemppel pada batuan batuan di belakang rumah.
pertanyaan seketika :
1. lhoh apa ini, kok kayak keong ya?
2. bukannya keong itu hiduonya di sungai??? tapi ini kok bisa hidup di batu ya??
3. trus saya ambil keong keong itu (?karna penasaran apakah mash hidup atau nggag)_eh ternyata udah gag ada makhluknya di dalamnya..artinya udah mati. dan kalau orang yang sudah berpendidikan akanmengatakan ini adalah fosil. tentunya saat itu saya sama sekali tidak tahu apa itu fosil.
4. timbul pertanyaan lagi : apakah jangan jangan dulu ini batuan dulunya merupakan sungai????seketika itu pula, saya langsung lari ke rumah karena takut kalau tiba tiba sunai itu menjadi kenyataan danakan membanjiri rumah dan sekelilingku.....(sambil membawa keong fosil tadi ke rumah , dan melapoprkanya ke ayahanda dan ibunda.>>>bahwa saya baru saja menemukan batu berbentuk keong...

beberapa tahun kemudian......

(masih teringat dan tetap tertanam dalam pikiran saya tentng batu yang berbentuk keong itu)
dan tiba tiba....eh bukan tiba tiba dhing!!!!
saat itu saya sigit sudah mulai agak gedhe (kelas 1 SMP)
dan saat itu saya sedang mendapat pelajaran Geografi oleh Mr Yasin S.Pd.
pelajaran saat itu tentang Geografi yang salah satunya membahas tentang batuan.
hari itu pak yasin membahyas tentang asal usul terjadinya batuan (batuan kapur salah satunya)
dan dijelaskan tentang terjadinya batuan kapur bahwa, dulu batuan kapur terjadi dari uatu proses pengendapan laut atau sungai selama waktu berjuta juta tahun.
greg!!!!!
pikiranku lansung saja teruingat dan COCOK!!!!! dengan dugaanku yang dulu mengenai asal usul batuan keong yang saya temukan di belakang rumah.
berarti benar.....bahwa batuan kapur itu terbentuk dari sungai (yang tentunya di dalam sungai tu ada hewan / penghuninya salah satunya adalah keong....

hmm_ternyata saya pinter ya!!hehe
ilmuwan kecil ne...
smoga bisa dilanjutkan dengan tulisan ttg "baru kusadari (2) the next time....
_ini baru sedikut serita saya Sigit dimasa kecil...

wassalamu'alaikum