Berawal dari sebuah kenyataan yang saya alami selama ini. Saya sebagai pengamat, ya setidaknya pemerhati orang yang suka berbicara mengenai lalu lintas da lingkungan, sangat merasa bangga dengan terobosan yang dilakuakn oleh pemerintah (dalam hal ini Dinas Perhubungan). Di kota Jogjakarta, tepatnya di perempatan Pingit, di sana terdapat rambu lalu lntas bertuliskan matikan mesin kendaraan hingga detik ke – 20. Sudah lama sebenarnya rambu tersebut terpasang di titik tersebut.
Saya masing ingat, sekitar bulan Oktober 2008, pernah diskusi ttg diterapkannya aturan mematikan mesin kendaraan hingga detik ke – 20 tersebut. Seperti biasa, yang namanya diskusi selalu ada pro dan kontra. Ada pendapat di pihak pro yaitu: dengan diterapkannya “matiakn mesin hingga detik ke 20 adalh upaya konkret untuk menyelamatkan alam. Mengurangi dampak pemanasan global. Mengapa demikian? Karena langkah tersebut merupakan langkah kecil yang jika diakumulasi akan sedikit berdampak baik pada lingkungan. Sedangkan pendapat di pihak kontra adalah : dengan langkah itu, maka akan terjadi pemborosan bahan bakar. Mengapa demikian? Karena pada penerapan tersebut, maka secara otomatis pengendara kendaraan bermotor akan mematiakn mesin dan menghidupkannya lagi pada detik ke 20. Dengan mematikan dan menghidupkan mesin ini, berarti dibutuhkan pula enrgi yang besar. Hal ini berarti pula kebutuhan akan bahan bakar juga meningkat. Dengan alasan seperti inilah, mereka berpendapat bahwa dengan adanya aturan “matikan mesin hingga detik ke 20, justru malah berdampak buruk pada lingkungan.”
Saya selaku orang awam di bidang teknologi otomotif, dan hanya sebagai orang yang suka mengamati dan memperhatikan lingkungan serta lalu lintas juga belum bisa mengambil kesimpulan dari dua pendapat tersebut. Manakah yang benar??
Namun beberapa minggu yang lalu, saya merasakan / mengalami peristiwa yang mungkin bisa membantu saya untuk menentukan sikap pro/kontra dengan aturan “matikan mesin hingga detik ke 20”.
Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa di perempatan Pingit terdapat rambu”matikan mesin hingga detik ke 20.” Perempatan tersebut merupakan titik pada jalur utama perjalanan saya dari rumah (baca: desa) ke kampus UNY (baca: kota), yang saya lalui dua kali dalam sepekan. Seperti biasa, ketika saya berhenti di titik tersebut, dan mendapati angka merah masih pada bilangan yang tinggi, maka saya akan mematikn mesin hingga detik ke 20. Tidak ada hal luar biasa yang bisa saya rasakan di titik tersebut. Karena beragam pola pikir manusia yang ada di situ, maka banyak yang tidak mematikan mesin sesuuai rambu yang tertulis. Namun, banyak pula yang mematuhi rambu tersebut. Jadi, tidak ada efek yang signifikan yang bisa saya rasakan dengan adanyarambu tersebut, terkait dengan lingkunga.
Tapi pada suatu hari, hampir semua pengendara yang berhenti di titik tersebut mematikan mesin. LUAR BIASA..!!!! nyessss…!
Benar benar bukti yang nyata, secara tiba tiba, udara menjadi lebih sejuk, tidak sepanas biasanya (hari hari sebelumnya, yang tidak semua pengendarra mematikan mesin hingga detik ke 20),walaupun terik matahari sangat menyengat pada saat itu. Benar benar lega dan bisa tersenyum gembira saat itu…..^_^.
Waktu terus berlalu. Detik ke-20 semakin dekat. Dan, sampailah detik ke 20 tersebut.. hmmmm, sdikit terasa perubahan. Udara sekeliling berubah dan berabgsur angsur memanas. Mengapa demikian? Yah,,karena mesin mesin motor, mobil, bis kota, Transjogja mulai dihidupkan.mesin mulai panas. Dan udara pun mulai panas.
3.2.1.0….ngeng……!!!!!!!pergerakan terjadi.
Kendaraan pun bergerak menuju tujuan masing – masing.
Akhirnya, saya benar benar lega. Karena memang benar – benar ngefek jika “matikan mesin hingga detik ke- 20 “ ini dipatuhi semua pengandara kendaraan bermotor.
Memang tidak semua perempatan / persimpangan diberlakukan aturan seperti ini. Penerapan aturan ini harus memperhatikan:
1. Lokasi penerapan.
2. Frekuensi kendaraan yang lewat.
3. Durasi berhenti di masing masing persimpangan.
Mari kita ciptakan lingkungan yang nyaman…!mari berlalu lintas dengan sopan.^_^
Start now!!!
Ada pengalaman yang lain??
Kamis, 08 April 2010
Selasa, 06 April 2010
kamarku
jika banyak orang bilang, " kamarku bagaikan kapal pecah.."_ maka saya berkata,"KAMARKU BAGAIKAN BALON UDARA."...
Sabtu, 21 November 2009
Jumat, 20 November 2009
baru kusadari (1)
baru kusadari, ternyata otak ini ntah secara sengaja atau tidak_telah terlatih untuk memikirkan hal hal yang berbau lingkungan dan masa depan.
otakku ini telah dibumbui oleh alam dan lingkungan dengan hal hal yang merangsang untuk berpikir tentang hidup di masa depan_telah dirangsang untuk berpikir kritis (walaupun saya nggag tai secara definitif apa itu kritis(), pemikiran pemikiran itu muncul ketika bermain main dengan teman, pas lagi mbantu ayahanda dan ibunda, waktu mandi, ketika makan, sat pelajaran di sekolah, ketika tidur, dan bahkan banyak pertanyaan peertanyaan yang kerap mucul saat saya (Sigit kecil tertidur=mimpi). dan tak jaerang pula sewaktu Sigit kecil, dengan munculnya pemikiran dan pertanyaan pertanyaan itu sering diikuti oleh asumsu/ tanggapan/ anggapan/simpulan dan halk hal yang senada dengan itu.
banyak pertanyaan di saat saya masih kecil, dan itupun alhamdulillah masih menjadi tradisi / kebiasaan hingga saat ini.
sebagai contoh: dulu saat aku ntah kelas berapa itu (ya sekitar kelas 2 SD). berhubung di daerah rumahku merupakan kompleks pegunungan kapur(batuputih dan tanah putih). saat itu tentunya saya belum tau apa itu batu kapur. taunya yan hanya ini batu putih.
nah kerena di belakang rumah itu sering ditambang secara sederhana untuk mengambil batunya, dab kemudian batu batu tersebut beserta tanahnya dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari hari serta dengan tujuan untuk memperluas lokasi / halaman.
saat itu secar tiba tiba saya menemukan keong keong yang sudah membatu yang menemppel pada batuan batuan di belakang rumah.
pertanyaan seketika :
1. lhoh apa ini, kok kayak keong ya?
2. bukannya keong itu hiduonya di sungai??? tapi ini kok bisa hidup di batu ya??
3. trus saya ambil keong keong itu (?karna penasaran apakah mash hidup atau nggag)_eh ternyata udah gag ada makhluknya di dalamnya..artinya udah mati. dan kalau orang yang sudah berpendidikan akanmengatakan ini adalah fosil. tentunya saat itu saya sama sekali tidak tahu apa itu fosil.
4. timbul pertanyaan lagi : apakah jangan jangan dulu ini batuan dulunya merupakan sungai????seketika itu pula, saya langsung lari ke rumah karena takut kalau tiba tiba sunai itu menjadi kenyataan danakan membanjiri rumah dan sekelilingku.....(sambil membawa keong fosil tadi ke rumah , dan melapoprkanya ke ayahanda dan ibunda.>>>bahwa saya baru saja menemukan batu berbentuk keong...
beberapa tahun kemudian......
(masih teringat dan tetap tertanam dalam pikiran saya tentng batu yang berbentuk keong itu)
dan tiba tiba....eh bukan tiba tiba dhing!!!!
saat itu saya sigit sudah mulai agak gedhe (kelas 1 SMP)
dan saat itu saya sedang mendapat pelajaran Geografi oleh Mr Yasin S.Pd.
pelajaran saat itu tentang Geografi yang salah satunya membahas tentang batuan.
hari itu pak yasin membahyas tentang asal usul terjadinya batuan (batuan kapur salah satunya)
dan dijelaskan tentang terjadinya batuan kapur bahwa, dulu batuan kapur terjadi dari uatu proses pengendapan laut atau sungai selama waktu berjuta juta tahun.
greg!!!!!
pikiranku lansung saja teruingat dan COCOK!!!!! dengan dugaanku yang dulu mengenai asal usul batuan keong yang saya temukan di belakang rumah.
berarti benar.....bahwa batuan kapur itu terbentuk dari sungai (yang tentunya di dalam sungai tu ada hewan / penghuninya salah satunya adalah keong....
hmm_ternyata saya pinter ya!!hehe
ilmuwan kecil ne...
smoga bisa dilanjutkan dengan tulisan ttg "baru kusadari (2) the next time....
_ini baru sedikut serita saya Sigit dimasa kecil...
wassalamu'alaikum
otakku ini telah dibumbui oleh alam dan lingkungan dengan hal hal yang merangsang untuk berpikir tentang hidup di masa depan_telah dirangsang untuk berpikir kritis (walaupun saya nggag tai secara definitif apa itu kritis(), pemikiran pemikiran itu muncul ketika bermain main dengan teman, pas lagi mbantu ayahanda dan ibunda, waktu mandi, ketika makan, sat pelajaran di sekolah, ketika tidur, dan bahkan banyak pertanyaan peertanyaan yang kerap mucul saat saya (Sigit kecil tertidur=mimpi). dan tak jaerang pula sewaktu Sigit kecil, dengan munculnya pemikiran dan pertanyaan pertanyaan itu sering diikuti oleh asumsu/ tanggapan/ anggapan/simpulan dan halk hal yang senada dengan itu.
banyak pertanyaan di saat saya masih kecil, dan itupun alhamdulillah masih menjadi tradisi / kebiasaan hingga saat ini.
sebagai contoh: dulu saat aku ntah kelas berapa itu (ya sekitar kelas 2 SD). berhubung di daerah rumahku merupakan kompleks pegunungan kapur(batuputih dan tanah putih). saat itu tentunya saya belum tau apa itu batu kapur. taunya yan hanya ini batu putih.
nah kerena di belakang rumah itu sering ditambang secara sederhana untuk mengambil batunya, dab kemudian batu batu tersebut beserta tanahnya dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari hari serta dengan tujuan untuk memperluas lokasi / halaman.
saat itu secar tiba tiba saya menemukan keong keong yang sudah membatu yang menemppel pada batuan batuan di belakang rumah.
pertanyaan seketika :
1. lhoh apa ini, kok kayak keong ya?
2. bukannya keong itu hiduonya di sungai??? tapi ini kok bisa hidup di batu ya??
3. trus saya ambil keong keong itu (?karna penasaran apakah mash hidup atau nggag)_eh ternyata udah gag ada makhluknya di dalamnya..artinya udah mati. dan kalau orang yang sudah berpendidikan akanmengatakan ini adalah fosil. tentunya saat itu saya sama sekali tidak tahu apa itu fosil.
4. timbul pertanyaan lagi : apakah jangan jangan dulu ini batuan dulunya merupakan sungai????seketika itu pula, saya langsung lari ke rumah karena takut kalau tiba tiba sunai itu menjadi kenyataan danakan membanjiri rumah dan sekelilingku.....(sambil membawa keong fosil tadi ke rumah , dan melapoprkanya ke ayahanda dan ibunda.>>>bahwa saya baru saja menemukan batu berbentuk keong...
beberapa tahun kemudian......
(masih teringat dan tetap tertanam dalam pikiran saya tentng batu yang berbentuk keong itu)
dan tiba tiba....eh bukan tiba tiba dhing!!!!
saat itu saya sigit sudah mulai agak gedhe (kelas 1 SMP)
dan saat itu saya sedang mendapat pelajaran Geografi oleh Mr Yasin S.Pd.
pelajaran saat itu tentang Geografi yang salah satunya membahas tentang batuan.
hari itu pak yasin membahyas tentang asal usul terjadinya batuan (batuan kapur salah satunya)
dan dijelaskan tentang terjadinya batuan kapur bahwa, dulu batuan kapur terjadi dari uatu proses pengendapan laut atau sungai selama waktu berjuta juta tahun.
greg!!!!!
pikiranku lansung saja teruingat dan COCOK!!!!! dengan dugaanku yang dulu mengenai asal usul batuan keong yang saya temukan di belakang rumah.
berarti benar.....bahwa batuan kapur itu terbentuk dari sungai (yang tentunya di dalam sungai tu ada hewan / penghuninya salah satunya adalah keong....
hmm_ternyata saya pinter ya!!hehe
ilmuwan kecil ne...
smoga bisa dilanjutkan dengan tulisan ttg "baru kusadari (2) the next time....
_ini baru sedikut serita saya Sigit dimasa kecil...
wassalamu'alaikum
Rabu, 07 Oktober 2009
Minggu, 30 Agustus 2009
wajar atau ironis??
sipadan _ ligitan
blok ambalat
reog ponorogo
rasa sayange
tari pendet
orang Indonesia bilang itu smua udah bener bener jelas milik Indonesia tercinta,
malaysia mengklaim:itu semua adalah milik Malaysia yang mereka cintai
hmmmmm_
indonesia kita ketahui negara kita.
kita ketahui kia kaya SDA,
kita kaya budaya tari tarian, lagu daerah, makanan khas, bathik,dan masih banyak lagi.
i think,,sedemikian banyaknya kekayaan kita itu sangatlah rentan dengan kejadian di atas.
diklaim milik malaysia lah...
menurut tmen tmen??
kita sebagai orang Indonesia dan orang daerah.pasti dan haruslah bangga dengan Indonesia kita dan daerah kita.
kita sebagai orang Indonesia dan orang daerah haruslah tahu budaya,bahasa,norma, Indonesia dan daerah kita
sebagai contoh orang jawa (Ngayogyakarta),
dengan bahasa Jawanya(krama ngoko, alus, inggil),
dengan batiknya,
dengan Kratonnya,
dengan gudegnya,
dengan campursarinya,
dengan kethopraknya,
dengan wayang kulitnya,
dengan Aksara jawanya,
dengan yang lainnya...
semestinya kita harus familiar dengan - dengan hal hal tersebut.
tpi ironisnya(menurut saya sih...)
gnerasi muda sekarang (wlpn gag smua sh..) :
malu, enggan, klo ndengerin "campursari"
jarang menggunakan bahasa jawa (gag bisa mbedakan kromo ngoko, alus, n inggil)
apalagi "aksara jawa"---------apa itu aksara jawa,rumit, gag penting, gag bakalan ditanyain klo mw kerja..
apalagi nonton wayang n kethoprak....bosenn!!!(jadinya kbnykn gnerasi muda,generasi daerah jawa>>gag tau tokoh tokoh dalam wayang n kethoprak + kisah di dalamnya.
itu gambaran di generasi kita.
di sisi lain, saat ini sudah banyak orang asing (Belanda, Australia,Jepang, Amerika,dll)yang berdatangan berduyun duyun ke Indonesia untuk belajar n mendalami budaya budaya daerah tersebut..itu mreka lakukan karena mereka suka, tertarik dengan budaya kita yang sangat menawan.
lalu, apakah kita tidak merasa dan tidak tertarik dengan budaya kita sendiri??
sehingga seolah olah dan bahkan nyata kita meninggalkan budaya kita sendiri?
sehingga kita budaya kita mulai luntur dalam diri kita??
sehingga budaya kita mulai terkikis oleh kebiasaan kita??
sehingga budaya kita malah dilestarikan oleh orang lain??
sehingga budaya kita merasa tersiksa jika ada di dalam genggaman kita??
sehingga budaya kita malah merasa nyaman di dalam buaian orang orang amerika, australia, belanda, jepang, malysia??
sehingga budaya kita ingin melariakan diri dari rumah, karena merasa teraniaya oleh sang pemiliknya??
sehingga budaya kita bener bener MINGGAT dari rumah??
sehingga budaya kita menghuni rumah orang lain untuk sementara bahkan akan selamanya di rumah tersebut.??!!!!
dan seolah olah fenomena ini memberikan peluang atau bisa disebut lampu hijau bagi orang lain untuk merawat budaya kiita...
_menurut saya_:
adaalh suatu hal yang wajar jika fenomena pencaplokan / pengklaiman budaya kita oelh orang lain ini terjadi.
karena mengingat sikap kita yang ogah ogahan terhadap milik kita (budaya kita)..
_hmmm parah gag sih??
_menurut saya_:
lebih parah(eh entah parah atau aneh y...)
kalo udah terlanjur budaya kita pindah rumah, kemudian kita malah protes terhadap pemilik rumah (tetangga) itu.
protes : mengapa barang milikku ada di rumah kamu??
protes: kamu mencuri!!!
protes : kembalikan milikku!!!!kalo tidak akan kuhancurkan ruamhmu!!!
_kemudian ketikai si pemrotes ditanya oleh tetangga tersebut: tentang apa barang yang dimaksud dan apa isinya, ternya si pemrotes (kita) tidak bisa menjawab dengan benar.
(intinya: saat pemahaman kita terhadap budaya bangsa ini jauh lebih bruuk daripada pemahaman orang lain tentang budaya bangsa tersebut.,malah...................................
gag bisa nerusin..
inti dari tulisan muter muter ini adalah:
_harusnya mulai saat ini kita (siapapun yang meiliki Indonesia) harus berbenah diri, menata diri,mulai memahami, mulai mendalami , mulai membiasakan diri terhadap budaya luhur bangsa ini..
sebelum semua budaya ini dipahami oleh orang lain (bangsa/negara lain)
_untuk pemegang kebujakan(eksekutif, yudikatif, legislatif): segera lakukan langkah tegas!!!inventarisasi budaya bangsa!!
petenkan!!
kita gag mau kecolongan lagi!!!
sekian !!!
bagimu negeri jiwa raga kami!!!!!!
budayakan budaya Indonesia!!!!
_sigit raharjo (generasi bangsa yang marah terhadap malaysia dan bangsa sendiri yang sempat melupakan budaya bangsanya..)
moga manfaat!!
mf jika trdpat kesalahan
blok ambalat
reog ponorogo
rasa sayange
tari pendet
orang Indonesia bilang itu smua udah bener bener jelas milik Indonesia tercinta,
malaysia mengklaim:itu semua adalah milik Malaysia yang mereka cintai
hmmmmm_
indonesia kita ketahui negara kita.
kita ketahui kia kaya SDA,
kita kaya budaya tari tarian, lagu daerah, makanan khas, bathik,dan masih banyak lagi.
i think,,sedemikian banyaknya kekayaan kita itu sangatlah rentan dengan kejadian di atas.
diklaim milik malaysia lah...
menurut tmen tmen??
kita sebagai orang Indonesia dan orang daerah.pasti dan haruslah bangga dengan Indonesia kita dan daerah kita.
kita sebagai orang Indonesia dan orang daerah haruslah tahu budaya,bahasa,norma, Indonesia dan daerah kita
sebagai contoh orang jawa (Ngayogyakarta),
dengan bahasa Jawanya(krama ngoko, alus, inggil),
dengan batiknya,
dengan Kratonnya,
dengan gudegnya,
dengan campursarinya,
dengan kethopraknya,
dengan wayang kulitnya,
dengan Aksara jawanya,
dengan yang lainnya...
semestinya kita harus familiar dengan - dengan hal hal tersebut.
tpi ironisnya(menurut saya sih...)
gnerasi muda sekarang (wlpn gag smua sh..) :
malu, enggan, klo ndengerin "campursari"
jarang menggunakan bahasa jawa (gag bisa mbedakan kromo ngoko, alus, n inggil)
apalagi "aksara jawa"---------apa itu aksara jawa,rumit, gag penting, gag bakalan ditanyain klo mw kerja..
apalagi nonton wayang n kethoprak....bosenn!!!(jadinya kbnykn gnerasi muda,generasi daerah jawa>>gag tau tokoh tokoh dalam wayang n kethoprak + kisah di dalamnya.
itu gambaran di generasi kita.
di sisi lain, saat ini sudah banyak orang asing (Belanda, Australia,Jepang, Amerika,dll)yang berdatangan berduyun duyun ke Indonesia untuk belajar n mendalami budaya budaya daerah tersebut..itu mreka lakukan karena mereka suka, tertarik dengan budaya kita yang sangat menawan.
lalu, apakah kita tidak merasa dan tidak tertarik dengan budaya kita sendiri??
sehingga seolah olah dan bahkan nyata kita meninggalkan budaya kita sendiri?
sehingga kita budaya kita mulai luntur dalam diri kita??
sehingga budaya kita mulai terkikis oleh kebiasaan kita??
sehingga budaya kita malah dilestarikan oleh orang lain??
sehingga budaya kita merasa tersiksa jika ada di dalam genggaman kita??
sehingga budaya kita malah merasa nyaman di dalam buaian orang orang amerika, australia, belanda, jepang, malysia??
sehingga budaya kita ingin melariakan diri dari rumah, karena merasa teraniaya oleh sang pemiliknya??
sehingga budaya kita bener bener MINGGAT dari rumah??
sehingga budaya kita menghuni rumah orang lain untuk sementara bahkan akan selamanya di rumah tersebut.??!!!!
dan seolah olah fenomena ini memberikan peluang atau bisa disebut lampu hijau bagi orang lain untuk merawat budaya kiita...
_menurut saya_:
adaalh suatu hal yang wajar jika fenomena pencaplokan / pengklaiman budaya kita oelh orang lain ini terjadi.
karena mengingat sikap kita yang ogah ogahan terhadap milik kita (budaya kita)..
_hmmm parah gag sih??
_menurut saya_:
lebih parah(eh entah parah atau aneh y...)
kalo udah terlanjur budaya kita pindah rumah, kemudian kita malah protes terhadap pemilik rumah (tetangga) itu.
protes : mengapa barang milikku ada di rumah kamu??
protes: kamu mencuri!!!
protes : kembalikan milikku!!!!kalo tidak akan kuhancurkan ruamhmu!!!
_kemudian ketikai si pemrotes ditanya oleh tetangga tersebut: tentang apa barang yang dimaksud dan apa isinya, ternya si pemrotes (kita) tidak bisa menjawab dengan benar.
(intinya: saat pemahaman kita terhadap budaya bangsa ini jauh lebih bruuk daripada pemahaman orang lain tentang budaya bangsa tersebut.,malah...................................
gag bisa nerusin..
inti dari tulisan muter muter ini adalah:
_harusnya mulai saat ini kita (siapapun yang meiliki Indonesia) harus berbenah diri, menata diri,mulai memahami, mulai mendalami , mulai membiasakan diri terhadap budaya luhur bangsa ini..
sebelum semua budaya ini dipahami oleh orang lain (bangsa/negara lain)
_untuk pemegang kebujakan(eksekutif, yudikatif, legislatif): segera lakukan langkah tegas!!!inventarisasi budaya bangsa!!
petenkan!!
kita gag mau kecolongan lagi!!!
sekian !!!
bagimu negeri jiwa raga kami!!!!!!
budayakan budaya Indonesia!!!!
_sigit raharjo (generasi bangsa yang marah terhadap malaysia dan bangsa sendiri yang sempat melupakan budaya bangsanya..)
moga manfaat!!
mf jika trdpat kesalahan
Langganan:
Postingan (Atom)